Jumat, 06 Mei 2011

MENUNGGU SERANGAN BALIK AL-QAEDA




osama bin ladenJakarta, FaktaPos.com – Osama bin Laden, teroris legendaris, memang telah meninggal dalam suatu sergapan pasukan khusus AS, Navy Seals, pada Minggu dinihari, 1 Mei 2011, di Abbottabad, sekitar 65 kilometer dari Islamabad, ibu kota Pakistan. Oleh AS, jasadnya dicemplungkan ke Laut Arab Utara untuk menghindari pemujaan dan pengkultusan para peziarah yang akan memberi inspirasi bagi mereka untuk mengikuti jalannya kalau dia dikuburkan di darat.
Alasan AS bahwa Osama dikuburkan di laut karena tidak ada negara yang mau menerima jasadnya adalah alasan yang dicari-cari karena AS belum bertanya pada negara-negara Islam apakah mereka bersedia Osama dikuburkan di negara mereka. Tindakan AS ini membuat Rektor Universitas Al Azhar Mesir, Imam Besar Ahmed El-Tayeb, mengecam cara militer AS dalam memperlakukan jasad Osama. Penguburan itu dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan Islam.
Lepas dari soal itu, pembunuhan Osama oleh AS yang dipandang bertanggung jawab atas serangan menara kembar World Trade Center (WTC) di New York tahun 2001, akan mendorong Tanzim Al-Qaeda yang didirikan Osama dan organisasi-organisasi teroris yang berafiliasi dengannya, yang tersebar di berbagai belahan dunia, melakukan balas dendam. Besar kemungkinan dalam waktu dekat ini akan ada serangan cukup signifikan terhadap target AS di mana saja untuk menunjukkan eksistensi mereka dan memberi pesan pada AS bahwa kematian Osama tidak dengan sendirinya membawa kematian juga pada Al-Qaeda.
AS tahu betul masalah ini sehingga penjagaan keamanan tingkat tinggi diberlakukan di AS. Bukan Cuma itu. Washington juga menutup kedutaan besarnya di Pakistan, menempatkan fasilitas diplomatiknya di seluruh dunia dalam posisi siaga tinggi, dan mengeluarkan travel warning bagi warga AS.
"Mengingat ketidakpastian dan ketidakstabilan situasi saat ini, warga AS di wilayah di mana kejadian baru-baru ini dapat menyebabkan kekerasan anti-Amerika, sangat disarankan untuk membatasi perjalanan mereka di luar rumah dan hotel mereka dan menghindari pertemuan massa dan demonstrasi," kata Departemen Luar Negeri, Senin (02/05) dini hari.
"Warga negara AS sebaiknya memantau liputan media acara lokal dan waspada terhadap lingkungan mereka setiap saat." Pengumuman tindakan antisipasi itu datang karena AS potensial terhadap serangan balasan Al-Qaeda dan sekutunya.Hal ini ditambah dengan data Dephan AS yang dibocorkan Wikileaks bahwa tahanan terorisme di Guantanamo memiliki pengetahuan terhadap kemungkinkan Al-Qaeda memiliki bom nuklir di suatu tempat di Eropa.
Tahanan itu, Abu al-Libi, mengatakan, dia diberitahu oleh anggota Al-Qaeda, Sharif al-Masri, bahwa jika Osama tertangkap atau terbunuh, "bom akan diledakkan" di AS.
Saat ini otoritas lokal tengah siap siaga, misalnya di New York."Meskipun tidak ada informasi yang mengindikasikan ancaman spesifik ke New York City, aparat diingatkan untuk tetap waspada," kata Komisaris Polisi New York, Raymond Kelly.
Peningkatan keamanan tidak saja dilakukan di AS tapi hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Toh, beberapa jam pasca pengumuman Pemerintahan Barack Obama atas tewasnya pemimpin Al Qaeda, Osama Bin Laden, bom meledak di Pakistan. 4 Orang tewas dalam peristiwa ini.
Bom meledak di dekat sebuah masjid di Kota Charsadda yang terletak 53 km dari Abbottabad. Empat korban tewas dalam bom ini terdiri dari seorang perempuan dan 3 anak-anak. Demikian dilansir dari AFP, Senin (02/05).
Masjid di Charsadda itu dekat dengan kantor polisi yang rupanya menjadi sasaran bom. Lima orang juga terluka, dua di antaranya polisi. Bom itu menghancurkan masjid dan tembok kantor polisi. Tidak ada yang bertanggung jawab atas bom ini, namun Taliban dan jaringan Al-Qaeda dituduh atas pengeboman yang menyasar penduduk sipil dan aparat keamanan pemerintah selama ini, termasuk di luar Pakistan yang menewaskan 4.240 orang.
Memang kelompok Taliban Pakistan mengancam akan melancarkan serangan-serangan terhadap pemimpin pemerintahan termasuk Presiden Pakistan Asif Ali Zardari. AS juga akan menjadi target serangan. "Sekarang para penguasa Pakistan, Presiden Zardari dan militer akan menjadi target-target pertama kami," cetus Ehsanullah Ehsan, juru bicara Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) atau Gerakan Taliban Pakistan. "Amerika akan menjadi target kedua kami," imbuh Ehsan, Senin (02/05).
Selain Gerakan Taliban Pakistan, AQAP (Al-Qaeda di Semenanjung Arab) pimpinan Anwar Al-Awlaki juga akan bergerak menyasar target AS. Anwar adalah warga AS keturunan Yaman yang kini bercokol di Yaman. Demikian juga Al-Qaeda Somalia, Shahab Mujahidin. Tidak tertutup kemungkinan sisa-sisa Jamaah Islamiyah atau Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) juga.
Oleh karena itu, masuk akal kalau Indonesia pun meningkatkan keamanan terkait dengan kematian Osama di tangan AS. Apalagi belakangan ini kelompok-kelompok militan di Indonesia makin berkembang dan menyebar, dan mereka menganggap Osama sebagai ideolog dan inspirator bagi gerakan mereka walaupun mungkin mereka tidak memiliki hubungan langsung dengan Al-Qaeda kecuali Jamaah Islamiyah. Mantan pemimpin Jamaah Islamiyah dan kini pemimpin JAT Abu Bakar Ba’asyir yang sedang diadili terkait dengan pendanaan latihan militer di Juntho, Aceh Besar, pernah ke Pesawar, Pakistan, dan bertemu Osama bin Laden di sana pada tahun 1990-an.
Tertangkapnya Umar Patek di Abbottabad, kota di mana Osama tinggal dan tewas, pada 2 Maret lalu mengindikasikan kemungkinan Patek bertemu Osama dan elite Al-Qaeda lainnya di sana. Toh, kabarnya kehadiran Patek di sana dalam rangka pembuatan rencana merayakan 10 tahun serangan Al-Qaeda ke WTC pada 11 September mendatang. Patek masih berada di Pakistan dan diperebutkan oleh empat negara, yaitu AS, Australia, Filipina, dan Indonesia terkait dengan aksi-aksi teror yang dilakukannya.
AS dan sebagian besar orang di dunia bisa saja membenci Osama karena aksi-aksinya telah menewaskan ribuan orang. Tapi bagi sebagian Muslim, Osama adalah ulama dan mujahid besar. Belum pernah ada di dunia ini kematian seseorang menimbulkan reaksi ketakutan dan kesedihan yang demikian luas. Para pemimpin dunia, bahkan PBB, angkat bicara mengenai kematian tokoh ini. Banyak yang bersyukur, tapi ada juga yang menangis.
Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan, berita kematian Osama itu disambut baik. Namun diingatkannya: "Meski Al Qaeda telah terluka hari ini, Al Qaeda tidak berakhir. Perang kita melawan terorisme harus dilanjutkan."
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy juga mengucapkan selamat pada Presiden AS Barack Obama atas kematian Osama. Sarkozy memuji kegigihan AS dalam memburu Osama selama ini. Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan, kematian Osama akan memberikan kelegaan besar bagi banyak orang di dunia.
"Ini keberhasilan besar karena dia telah ditemukan dan tak akan lagi bisa melakukan kampanye teror globalnya," ujar Cameron dalam statemennya seperti dilansir Reuters, Senin (02/05). Namun, Cameron juga mengingatkan dunia untuk tetap waspada akan serangan-serangan Al Qaeda.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai yang menyerukan kelompok Taliban untuk menghentikan peperangannya setelah kematian Osama.Karzai mencetuskan, Taliban harus mengambil pelajaran dari kematian pemimpin jaringan teroris Al-Qaeda itu.
Tapi kelompok Hamas mengutuk pembunuhan pemimpin jaringan teroris Al Qaeda itu.
"Kami menganggap ini sebagai kelanjutan kebijakan AS yang didasarkan pada penekanan dan pertumpahan darah Muslim dan Arab," cetus Ismail Haniyeh, pimpinan pemerintahan Hamas di Jalur Gaza seperti diberitakan Reuters, Senin (02/05).
Haniyeh menekankan adanya perbedaan doktrin antara Al Qaeda dan Hamas. Namun petinggi Hamas itu tetap menyebut Osama sebagai pejuang suci Arab.
Dalam kultur bangsa Arab, Osama boleh disebut tokoh militan paling ekstrim. Dia bukan saja menunjukkan sikapnya dengan cara "membangkang" hegemoni kaum "kafir" melalui seruan yang disiarkan lewat video yang ditayangkan jaringan televisi internasional dan internet, tetapi dirinya juga memimpin langsung "pemberontakan" semesta melawan "kaum kafir" lewat perlawanan bersenjata yang penuh darah.
Osama pertama kali menikah dengan sepupunya asal Suriah pada usia 17 tahun. Ia mempunyai 17 anak dari lima perempuan yang dinikahinya.
Demi menantang AS yang dianggapnya 'kafir', Osama bin Laden mendalangi serangan-serangan militan yang paling mematikan dalam sejarah, yang pada gilirannya, memantik kemarahan dan aliansi global untuk mengobarkan perang demi nyawanya. Osama adalah musuh bebuyutan mantan Presiden AS, George W Bush, yang pernah bersumpah akan menangkapnya hidup atau mati.
Osama yang juga menyerang penerus Bush, Barrack Obama, menolak awal baru dengan dunia Islam yang ditawarkan Presiden AS berdarah Afrika itu dan menanggapi pidatonya dengan menyebarkan 'benih-benih kebencian dan balas dendam terhadap Amerika'.
Selama ini ia diyakini bersembunyi di Pakistan, di gua-gua pegunungan atau bahkan di perkotaan yang ramai. Menjelang ajalnya, Osama diyakini mulai kehilangan kendali atas operasi Al-Qaeda di Afghanistan karena terus ditekan militer AS.
Al-Qaeda sendiri telah berkembang di Yaman, Irak, Somalia, hingga Afrika Utara dan mengilhami serangan mematikan mulai Bali, Inggris, sampai AS di mana pada Desember 2009 seorang bocah Nigeria berusaha meledakkan sebuah pesawat yang sedang menuju Detroit dengan sebuah bom yang disembunyikan di selangkangannya.
Meski tetap menjadi tokoh utama Al-Qaeda, Osama telah mengubah pola kepemimpinannya, dari sebuah organisasi militer menjadi corong propaganda yang menghasut kelompok-kelompok tertentu untuk menyerang target-target Barat.
Berjenggot panjang dengan ekspresi wajah yang sayu, Osama menjadi salah satu orang yang paling gampang dikenali di bumi. Untuk kepalanya, AS menawarkan hadiah 25 juta dollar AS. Para pejabat AS mengatakan, mereka telah menyimpan jenazah Osama dan sekaligus mengumumkan berakhirnya perburuan terbesar dalam sejarah yang melibatkan ribuan tentara AS dan puluhan ribu pasukan Pakistan di sepanjang pegunungan perbatasan dengan Afghanistan.
Tetapi, terlepas dari berbagai penilaian terhadap Osama yang dikutuk sebagai teroris, pembantai masal, sekaligus pahlawan, dia harus diakui telah mengubah alur sejarah.
AS dan sekutunya yang telah menuliskan kembali doktrin keamanannya, berusaha menyesuaikan diri dengan pendekatan baru dalam keamanan.
AS harus berubah dari gaya keamanan yang mengantisipasi konflik antarnegara ala Perang Dingin menjadi bentuk perang baru yang disebut 'perang asimetris' lintas negara melawan kelompok-kelompok kecil militan Islam.
Senjata Al-Qaeda bukan tank, kapal selam, atau kapal induk, melainkan alat-alat yang gampang ditemukan dalam kehidupan modern seperti internet yang digunakan untuk menyebarkan propaganda, pelatihan, dan rekrutmen.
Tetapi bagi Osama sendiri, senjata yang paling fenomenal adalah penggunaan 19 pembajak pesawat yang kemudian mengubah pesawat penumpang yang mereka bajak menjadi peluru kendali yang menghantam gedung WTC dan Pentagon yang menjadi simbol ekonomi dan militer AS.
Hampir 3.000 orang tewas ketika dua pesawat menghantam WTC di New York, pesawat ketiga menghantam Pentagon, sementara pesawat keempat jatuh di wilayah pemukiman Pennsylvania setelah para penumpang dengan gagah berani melawan para pembajak.
"Amerika telah dihantam oleh Allah tepat pada salah satu organnya yang paling penting," kata Osama dalam sebuah pernyataan, satu bulan setelah serangan 11 September. Ia mengajak kaum Muslim untuk bangkit dan bergabung dalam perang global antara "kaum beriman melawan kaum kafir".
Dalam pesan video dan suara, tujuh tahun setelah serangan itu, pemimpin Al-Qaeda itu terus memojokkan Washington dan para sekutunya.
Perdebatan tentang dia mewarnai semua topik dari Perang Irak hingga politik dalam negeri AS, dari krisis perumahan AS hingga perubahan iklim.
Akan tetapi selama hampir tiga tahun jarang antara rilis pesan videonya dengan pembuatannya membangkitkan spekulasi bahwa dia telah sekarat akibat penyakit ginjal atau bahkan tewas, tetapi pada September 2007 bin Laden tampil di layar kaca dan mengatakan bahwa AS adalah negara yang rentan terhadap serangan.
Lahir di Arab Saudi pada 1957, bin Laden adalah salah seorang dari 50 putera-puteri Mohamed bin Laden, seorang pengusaha kaya di negara kaya minyak itu. Ayahnya meninggal dalam kecelakaan pesawat ketika Osama masih kecil. Kecelakaan itu tampaknya terjadi karena kelalaian sang pilot berkewarganegaraan AS.
Menjadi bagian dari keluarga pebisnis kontruksi perminyakan, Osama adalah bocah pemalu dan anak biasa yang meraih gelar di bidang teknik sipil. Pada 1979 ia pergi ke Pakistan untuk ikut berperang melawan Uni Soviet yang menginvasi Afghanistan. Ia mengumpulkan dana di kampung halamannya sebelum berangkat bertempur di garis depan Afghanistan dan membangun kamp militer di sana.
Menurut beberapa akuntan, ia membantu mendirikan Al-Qaeda di hari-hari terakhir Soviet di Afghanistan. Steve Coll dalam bukunya 'The Bin Ladens" menulis bahwa tewasnya Salem, saudara tiri Osama, merupakan faktor penting dalam proses radikalisasi Osama.
Osama mengutuk keberadaan tentara AS di Arab Saudi yang dikirim untuk mengusir Irak dari Kuwait setelah tahun 1990. Menurutnya, masyarakat Islam adalah korban terorisme global yang dimotori AS. Ia mengajak para pejuang untuk melawan negara adidaya itu. Seruan itu kini menggema makin keras setelah kematiannya. Maka kita tunggu kapan seruan itu akan dilaksanakan para pengikutnya sebagai bentuk penghormatan terhadap Osama.


0 Komentar:

Posting Komentar

Follow by Email

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More