Selasa, 01 Maret 2011

Pengujian Mobil-Mobil Sport Mewah

Sejumlah mobil-mobil super berkumpul di sirkuit balap Dubai Autodrome, Dubai, beberapa waktu lalu. Ajang yang diselenggarakan perusahaan ban Michelin ini melibatkan Koenigsegg Agera, Lamborghini Gallardo Superleggera, Gumpert Apollo, Ferrari 458 Italia, Audi R8 V10, Porsche 911s, Schnitzer BMW M3s, Mercedes SLS AMG, dan Mercedes MKB Black Series.
Mobil-mobil sport mewah bersiap untuk melakukan uji coba ban terbaru keluaran Michelin, Pilot Super Sport.

Mobil Audi R8 V10 saat melakukan uji coba ban terbaru keluaran Michelin, Pilot Super Sport. 

Mobil Koenigsegg Agera saat melakukan uji coba ban terbaru keluaran Michelin, Pilot Super Sport.

Mobil Lamborghini Gallardo Superleggera saat melakukan uji coba ban terbaru keluaran Michelin, Pilot Super Sport.

Mobil Gumpert Apollo saat melakukan uji coba produk terbaru keluaran Michelin, Pilot Super Sport.

Mobil Porsche 911 Carrera S saat melakukan uji coba ban terbaru keluaran Michelin, Pilot Super Sport.

Mobil Ferrari 458 saat melakukan uji coba ban terbaru keluaran Michelin, Pilot Super Sport.

Mercedes SLS AMG saat melakukan uji coba ban terbaru keluaran Michelin, Pilot Super Sport.





vivanews.com

Mobil Terbaru di LA Auto Show 2010

Los Angeles Auto Show 2010 yang berlangsung pada tanggal 19 hingga 28 November mendatang ini adalah ajang pameran mobil paling bergengsi di Amerika Serikat. LA Auto Show ini diramaikan sejumlah mobil terbaru dan tentu juga konsep kendaraan mutakhir masa depan.
Mobil elektrik KIA Pop
Mobil konsep terbaru dari Subaru
Range Rover Evoque
Cadillac ULC, mobil konsep buatan General Motor
Audi R8 GT, mobil yang hanya akan dipoduksi sebanyak 333 unit
Mobil elektrik terbaru dari Jaguar, Jaguar C-X75
Mazda Shinari, mobil konsep terbaru dari Mazda

vivanews.com

'Gunung Piramid' di Indonesia

Perburuan jejak peradaban masa silam tak pernah berhenti. Termasuk, keyakinan nusantara memendam peradaban tinggi di masa lampau. Komunitas Turangga Seta, misalnya, menjelajah sejumlah lokasi yang mempunyai gunung berbentuk piramida. Mereka mengklaim ada ratusan piramid yang tersembunyi di bawah bukit, diantaranya berada di Bandung dan Garut.








vivanews.com

Ilmuwan Saudi Buka Program Studi Ilmu Mimpi

VIVAnews - Mimpi sebentar lagi tidak hanya jadi bahan perbincangan di waktu senggang, namun juga bisa diteliti sekaligus menjadi modal untuk mendapat gelar akademik. Itulah yang tengah dirintis seorang ilmuwan di Arab Saudi, Yousouf Al Harthi.

Dia berencana membuka program gelar sarjana, master, hingga doktor yang khusus mempelajari mimpi dan penglihatan. Harian Al Hayatmengungkapkan bahwa Al Harthi sudah mulai merintis program itu dengan merekrut sejumlah mahasiswa, yang bisa mengikuti ajarannya lewat internet, termasuk lewat laman jejaring sosial Facebook.

"Mengartikan mimpi itu mirip dengan konseling," kata Al Harthi yang dikutip oleh lamanGulfnews.com, Senin 3 Mei 2010. Dia menambahkan bahwa menjelaskan mimpi juga salah satu aspek dalam Syariah dan dapat diajarkan. 

Mengartikan mimpi merupakan topik yang populer diperbincangkan di kalangan umat Muslim dan juga disebutkan di dalam al-Quran, terutama di Surat Yusuf.
Menurut Gulfnews, seorang cendekia bernama Mohammad Bin Sirin pada abad ke-7 pernah menulis kajian mengenai mimpi. Lebih dari 700 tahun kemudian, pemikian Bin Sirin masih menjadi referensi di dunia Arab. (hs)
• VIVAnews

Ilmuwan AS Ciptakan "Kehidupan Buatan"

VIVAnews - Suatu tim peneliti di Amerika Serikat (AS) mengaku berhasil menciptakan "kehidupan buatan" pertama di dunia. Ini berupa serangkaian sel bakteri hidup yang dihasilkan DNA buatan berdasarkan pemrograman komputer.

Demikian ungkap Craig Venter, yang memimpin tim riset di J Craig Venter Institute di Kota Rockville, negara bagian Maryland, AS. "Ini merupakan sel pertama di planet ini yang orangtuanya adalah komputer," kata Venter seperti yang dimuat di laman harian USA Today, Kamis sore 20 Mei 2010 waktu setempat.

"Sel ini bermula dari kode digital di komputer," lanjut Venter, yang dikenal sebagai salah satu peneliti pelopor atas studi pemetaan genome manusia dan biologi sintetis. 

Penemuan ini merupakan, "Momen yang menentukan dalam sejarah biologi dan bioteknologi." Begitu kata Mark Bedau, cendekia dari Reed College dan editor Jurnal "Artificial Life," seperti yang dikutip majalah Science.

Sel bakteri hidup berwarna biru itu disimpan dalam suatu alat pendingin dan akan dipamerkan di suatu museum. Sel itu diyakini tidak menular. Venter Institute yakin bahwa penciptaan ini berdampak besar bagi penelitian-penelitian lain.

"Melalui studi ini, tim telah berdiskusi dan terlibat dalam tinjauan etis secara eksternal dan menyadari implikasi sosial atas penelitian ini," demikian menurut Venter Institute.  

Venter kini berencana membuat piranti lunak (software) khusus untuk perkembangan sel itu. Tim peneliti awalnya menyalin genome bakteri yang sudah ada dan selanjutnya merangkai kode genetik genome itu dan menggunakan "mesin sintesis" untuk membuat salinan baru secara kimiawi.

"Kami kini mampu mengambil kromosom sintetik dan mencangkokkannya ke sel penerima, yang merupakan organisme yang berbeda," kata Venter kepada stasiun televisi BBC.

Maka, dia melanjutkan bahwa begitu piranti lunak yang mereka ciptakan berfungsi, sela yang bersangkutan akan bereaksi dan berubah menjadi spesies-spesies yang dipetakan dalam kode genetik.

"Ini merupakan kali pertama DNA sintetik sepenuhnya mengendalikan sebuah sel," kata Venter. (umi)
• VIVAnews

Studi: Membaca Baik untuk Kinerja Otak

VIVAnews - Sebuah studi di Eropa memastikan apa yang telah diketahui banyak orang, yaitu, kemampuan membaca sangat baik untuk otak Anda.

Inisiatif ini dimulai oleh seorang ahli syaraf kognitif Stanislas Dehaene dari Institut National de la Sante et de la Recherche Medicale asal Gif-sur-Yvette, Prancis. Dia tidak sendirian tetapi dibantu pula oleh sejumlah koleganya asal Belgia, Brasil, dan Portugal.

Para peneliti menggunakan metode functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk meneliti otak milik 63 orang dewasa. Dari jumlah tersebut, 10 orang dewasa diketahui buta huruf, 22 orang belajar membaca di saat dewasa, dan 31 orang telah belajar sejak anak-anak.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa otak orang dewasa yang bisa membaca mempunyai daya tanggap yang lebih dinamis untuk kata-kata yang pernah dicetak di area otak ketika memproses informasi virtual atau gambar. Begitu pun respons pada area otak yang bekerja merespons informasi suara.

Memang seseorang yang buta huruf menggunakan area yang lebih luas pada otak untuk merespons gambar atau wajah ketimbang seorang yang bisa membaca. Artinya, dalam hal mengenal atau mengingat wajah, subyek yang bisa membaca kurang terampil dibandingkan subyek yang tak bisa membaca. Namun, penelitian tentang hal ini masih terus dilakukan untuk memastikan apakah kesimpulan tersebut benar.

Tak sedikit orang menduga bahwa aktivitas otak akan bekerja lebih keras ketika mereka memproses kata-kata. Dugaan ini juga perlu diteliti lebih serius dan informatif. Tak hanya sekadar mengatakan bahwa orang yang dapat membaca memiliki otak lebih aktif. Tetapi, hasil penelitian Stanislas Dehaene dan sejulah koleganya cukup membuktikan bahwa otak orang dewasa yang bisa membaca ternyata lebih responsif.
• VIVAnews

Jembatan Selat Sunda Dibanding Golden Gate AS

VIVAnews - Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) diharapkan menjadi ikon dunia, bahkan bisa menyaingi Jembatan Golden Gate yang terkenal di California, Amerika Serikat.

Alasannya, Jembatan Selat Sunda dibangun di masa kini, sehingga teknologi yang digunakan lebih modern, berbeda dengan Golden Gate yang dibangun pada awal abad ke 19.

Menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak meyakini JSS bisa menjadi kebanggaan karena dibangun pada masa kini. Apalagi JSS merupakan jembatan terpanjang di dunia.

Tahukah anda apa perbedaan antara Golden Gate dengan rencana Jembatan Selat Sunda. Di bawah ini beberapa perbedaan keduanya.

Lokasi

Jembatan Selat Sunda terletak di Selat Sunda, menghubungkan dua pulau besar yaitu Jawa dan Sumatera.

Sementara Jembatan Golden Gate menghubungkan wilayah California yaitu San Francisco dan Marin County.

Panjang dan lebar
Jembatan Selat Sunda rencananya akan dibangun dengan panjang 29 kilometer melintasi Selat Sunda dari pantai di kawasan Anyer hingga di kawasan Bakauheni. Lebar jembatan diperkirakan 60 meter persegi, terdiri dari 2x3 jalur lalu lintas, dan 2x1 jalur darurat. Jembatan ini dilengkapi lintasan ganda (double track) rel kereta api, pipa gas, pipa minyak, kabel fiber optik, dan kabel listrik.

Jembatan Golden Gate mempunyai total panjang 2,7 kilometer dengan lebar 27,4 meter. Terdiri dari 6 jalur, yang juga digunakan untuk pejalan kaki dan sepeda.

Jangka waktu pembangunan

Jembatan Selat Sunda diperkirakan akan dibangun mulai 2013 atau 2014 oleh para teknisi Indonesia dan selesai dibangun pada 2020. Diperkirakan pembangunan ini memakan waktu 6-7 tahun.

Sementara Jembatan Golden Gate dibangun mulai 1933-1937 atau memakan waktu 4 tahun. Peletakan batu pertama dilakukan pada 5 Januari 1933 dengan perayaan yang meriah, dan dihadiri 100 ribu orang.

Pendanaan

Pembangunan dan studi kelayakan awal digagas oleh PT Bangungraha Sejahtera Mulia, perusahaan Grup Arta Graha. Selanjutnya, pembangunan ini akan didanai oleh konsorsium swasta yang diharapkan bergabung setelah studi kelayakan selesai. Pemerintah berharap BUMN dan BUMD juga ikut menjadi mitra swasta. Diperkirakan proyek ini memakan dana Rp140 triliun.

Pembangunan Golden Gate justru tak menggunakan dana pemerintah sama sekali, melainkan dengan penerbitan obligasi sebesar US$35 juta. Jaminan obligasi tersebut berupa rumah, lahan pertanian, dan bisnis yang dimiliki warga sekitar jembatan.

Kontraktor 

Kontraktor utama ini awalnya digagas PT Bangungraha Sejahtera Mulia, perusahaan group Arta Graha. Selanjutnya konsorsium swasta dipersilahkan untuk bergabung membangun jembatan ini secara bersama-sama. Beberapa perusahaan yang menyatakan minatnya yaitu PT Jasa Marga Tbk yang akan menangani jalan tol dan PLN yang turut dalam pembangunan jaringan kabel.

Pembangunan Golden Gate dilakukan oleh 9 kontraktor utama selama masa pengerjaannya.
• VIVAnews

Orang Yunani Melaut sejak 130.000 Tahun Lalu

Pemerintah Yunani mengumumkan penemuan kelompok arkeolog dari Yunani dan Amerika Serikat terhadap berbagai perkakas yang digunakan oleh manusia, yang berusia sekitar 130 ribu tahun yang lalu hingga 700 ribu tahun yang lalu.
Lokasi penemuan berupa kampak lasar dan beberapa perkakas lainnya itu adalah di sebuah tempat bernaung di Pulau Kreta Yunani.
Seperti dikutip dari situs Physorg, Pulau Kreta yang terletak di wilayah selatan Yunani, telah terpisah dari pulau utama Yunani sejak sekitar lima juta tahun yang lalu.
Oleh karenanya, para ilmuwan percaya bahwa pembuat perkakas-perkakas ini telah mengenal navigasi dan melakukan perjalanan menyeberangi Laut Mediteranea setidaknya sejauh 40 mil atau sekitar 64,3 km.
Sebelum adanya penemuan ini, peneliti hanya memiliki bukti awal terjadinya perjalanan laut terbuka di Yunani pada 11 ribu tahun yang lalu. Dengan demikian, penemuan ini membuktikan bahwa perjalanan laut sudah terjadi ribuan tahun sebelum itu.
Sementara, bukti awal adanya perjalanan laut di dunia (bukan hanya terbatas di wilayah Yunani) diyakini terjadi pada sekitar 60 ribu tahun yang lalu, walaupun beberapa lainnya menawarkan teori yang mengklaim adanya temuan yang lebih awal. 
Kementrian Yunani sendiri menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan ekskavasi terhadap bagian selatan Pulau Kreta tadi untuk melakukan penelitian yang lebih menyeluruh.

source

10 Ilmuwan 'Gila' Dunia

Beberapa di antara mereka eksentrik dan unik. Namun keliaran ide-ide mereka mengubah dunia
Para ilmuwan memang memiliki karakternya masing-masing. Banyak di antara mereka punya perilaku yang unik dan eksentrik--kalau tidak mau dibilang aneh. Namun, seringkali tingkah aneh itu juga disertai oleh ide-ide besar yang 'gila' dan liar. Dan ide-ide itu pula yang kemudian berhasil mengubah masa depan dunia hingga menjadi seperti sekarang. LiveSciencemerangkum beberapa tokoh ilmuwan 'gila' tersebut. 
10. Johann Konrad Dippel
Johann Konrad DippelLahir dan dibesarkan di Istana Frankenstein Jerman pada abad 17, kimiawan Johan Dippel adalah penemu pewarna biru sintetik/kimia 'Prussian Blue'. Belakangan ia sangat terobsesi untuk menemukan ramuan keabadian.
Bahkan, kabarnya ia juga melakukan eksperimen dengan mayat-mayat. Kisah Dippel inilah yang kemudian menginspirasi penulis Mary Shelley menelurkan karya fiksinya berjudul Frankenstein.

9. Wernher von Braun
Wernehr von BraunSejak usianya masih 12 tahun, von Braun suka memuati mainan mobil-mobilannya dengan petasan dan mercon dan menembakkannya ke kerumunan orang ramai di jalan. Ternyata kebiasaan kecilnya ditekuni terus hingga ia dewasa.
Ia kemudian menjadi otak di balik terciptanya roket V-2 buatan Hitler. Belakangan, ia ditawan oleh AS dan menjadi orang penting dalam proyek eksplorasi ke luar angkasa dan bulan. Tak cuma ahli di bidang peroketan, von Braun juga mendalami olahraga selam dan filsafat.
8. Robert Oppenheimer
Robert OppenheimerDia adalah kepala Proyek Manhattan, proyek pengembangan teknologi nuklir untuk perang buatan AS, sehingga kerap dijuluki sebagai 'Bapak bom Atom'. Namun, saat bom atom AS meledak di Jepang, ia dibebani oleh perasaan bersalah dan berusaha mencoba mencegah perlombaan senjata nuklir antara AS dan Rusia.
Ia juga kerap mengutip salah satu kalimat yang tercantum dalam kitab suci Hindu Bhagawad Gita yang menggambarkan ledakan nuklir: "Bila cahaya ribuan matahari diledakkan dalam satu waktu di angkasa, maka ia akan menjadi ledakan yang mahahebat." 
7. Freeman Dyson
Freeman DysonDia adalah pakar fisika nuklir dan penulis fiksi ilmiah terkenal. Pada 1960 dia menggelontorkan ide bahwa di masa depan, manusia musti membangun perisai artifisial untuk mengumpulkan energi surya, demi memenuhi kebutuhan energi manusia yang terus meningkat.
Ide ini dikenal sebagai teori Dyson Sphere. Dyson percaya sekali dengan adanya kehidupan ekstraterestrial dan memperkirakan manusia akan melakukan kontak dengan mereka pada beberapa dekade mendatang.
6. Richard Feynman
Richard FeynmanDia adalah salah satu seorang pakar fisika jenius anggota tim Manhattan Project. Feynman menjadi salah satu ilmuwan penting abad 20, karena andilnya dalam mengembangkan bom atom. Selain oekerjaannya sebagai pakar fisika teori, Feynman juga berjasa menjadi pionir di bidang quantum computing, dan mengenalkan konsep nanoteknologi.

5. Jack Parsons
Jack ParsonsJack parsons adalah salah seorang pendiri Jet Propulsion Laboratory, sebuah laboratorium yang didanai pemerintah AS yang mengembangkan konstruksi dan operasi pesawat luar angkasa robotik, serta melaksanakan misi astronomi dan orbit bumi.
Walaupun tak mengenyam pendidikan tinggi, Parsons berjasa dalam pengembangan bahan bakar padat dan penemuan sistem pendorong roket JATO (Jet-fuel Assisted Take Off). Ia adalah seorang antikristus dan penganut pemujaan setan yang juga mendalami sihir. Akhir hidupnya berakhir secara tragis, saat Parsons tewas dalam ledakan di lab rumahnya pada 1952.
4. James Lovelock
James LovelockLovelock adalah pakar lingkungan asal Inggris yang mencipta hipotesa Gaia--nama Dewi Bumi pada mitologi Yunani. Dalam hipotesanya, Lovelock memandang bumi sebagai superorganisme tunggal dengan komponen fisiknya (atmosfer, hidrosfer, litosfer, kreosfer) yang terintegrasi dan saling berinteraksi dalam menentukan kondisi iklim.
Ia telah memprediksi terjadinya perubahan iklim dan membuat berbagai prediksi lain yang banyak di antaranya telah terbukti. Ia juga memprediksi adanya krisis ekologi dan kematian massal hingga 80 persen penduduk bumi, yang ia perkirakan bakal terjadi pada tahun 2100.
3. Nikola Tesla
Nikola TeslaTesla adalah adalah seorang jenius yang menemukan teknologi radio nirkabel dan penemu generator arus bolak-balik. Ilmuwan asal Serbia ini mendemonstrasikan transfer energi nirkabel sejak 1893. Seperti halnya seorang pesulap, Tesa juga suka mempertunjukkan penemuannya secara demonstratif. Ia suka menjadikan tubuhnya sebagai konduktor, atau bahkan mematikan saklar listrik berukuran besar  di bawah guyuran hujan percikan api.
2. Leonardo d Vinci
Leonardo da VinciTak cuma lihai melukis, pencipta lukisan 'Mona Lisa' dan 'Perjamuan Terakhir' itu juga merancang berbagai ide penemuan baru. Banyak ide besutan ilmuwan Italia ini yang memang hanya sampai pada tataran konsep. Namun ada pula yang benar-benar terwujud, hingga ratusan tahun setelah masanya.
Penemuannya meliputi peralatan selam, glider untuk terbang layang, kendaraan kayu tanpa bahan bakar, hingga helikopter. 
1. Albert Einstein
Dia memang ilmuwan selebriti yang sangat tersohor. Tak cuma terkenal dengan teori relativitas, Einstein juga memiliki kontribusi pada berbagai penelitian, mulai dari teori medan gravitasi, mekanika statistik, teori quantum, teori partikel, teori foton cahaya.
Di luar aktivitasnya sebagai peneliti, ia juga gemar mengemudikan perahu layar di laut yang tak berangin. "Hanya untuk tantangan," katanya mengenai kegemarannya itu. 


Peneliti Asal Kendal Raih Penghargaan di AS

VIVAnews – Seorang mahasiswa Indonesia berhasil menerima penghargaan tingkat internasional bidang aplikasi Laser Plasma Spectroscopy atau Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) di Amerika Serikat (AS). Dia adalah Ali Khumaeni.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka mengungkapkan bahwa peneliti asal Kendal berusia 27 tahun itu merupakan mahasiswa program master dari Universitas Fukui, Jepang. Makalah Khumaeni dianggap sebagai yang terbaik untuk kategori mahasiswa pasca sarjana di "6th International Conference on LIBS" di kota Memphis, Tennessee, AS, pada 13-17 September 2010.

"Konferensi Internasional LIBS merupakan konferensi terbesar bidang laser plasma spektroskopi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali," demikian siaran pers dari KJRI Osaka. Dalam konferensi tersebut, ratusan mahasiswa paskasarjana, para ahli LIBS, profesor, dan perusahaan yang bergerak di bidang optik, laser, dan imaging hadir untuk menyampaikan gagasan, ide dan perkembangan serta kemajuan hasil riset terkini bidang LIBS.

Makalah Khumaeni berjudul "Direct Analysis of Powder Sample Using Transversely Excited Atmospheric CO2 Laser-Induced Metal-Assisted Gas Plasma at 1 atm by Introducing the Powder Particles into the Plasma." Artikel itu dinilai para juri dan ahli LIBS sebagai makalah dengan orisinalitas terbaik kedua.

Menurut Khumaeni, makalah tersebut juga akan dimuat di Jurnal Internasional Analytical and Bioanalytical Chemistry. "Ini adalah kali kedua setelah sebelumnya mendapatkan penghargaan sebagai Young Scientist Award dari International conference on laser probing di Nagoya, Jepang, pada Oktober 2008," kata Khumaeni. “Saya sangat bersyukur hasil riset di lab mendapat pengakuan internasional.” 

Selain di LIBS, Khumaeni telah banyak menulis di beberapa jurnal internasional tentangapplied spectroscopy, fisika terapan, dan pendidikan fisika. 
Bidang LIBS saat ini berkembang sangat pesat di Amerika dan Eropa. Di Asia, bidang ini mulai menarik perhatian para ilmuwan dari Jepang, Korea, China, dan Hong Kong. LIBS kini menjadi teknologi alternatif masa depan untuk analisis material semua fase baik padat, cair, maupun gas.

Menurut Khumaeni, LIBS mulai diaplikasikan sebagai metode analisis atom dan molekul dalam material di semua bidang termasuk pembangkit tenaga nuklir dan industri nuklir, polusi lingkungan, industri makanan, industri obat-obatan (farmasi dan kedokteran), pertanian dan perkebunan, arkeologi, thin film, forensik, safety and security, luar angkasa, dan lain-lain. (kd)
• VIVAnews

800 Ilmuwan Indonesia Bekerja di Luar Negeri

VIVAnews -- Lebih kurang 400 ilmuwan Indonesia bekerja di berbagai institusi penelitian bergengsi di luar negeri, bahkan banyak diantaranya menduduki posisi penting.

"Dari lebih kurang 800 ilmuwan Indonesia di luar negeri, 400 diantaranya bekerja di lembaga riset dan penelitian yang cukup bergengsi, bahkan banyak juga yang menduduki posisi penting," kata Wakil Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) Dr Arif Satria di Bogor, Rabu, 24 Februari 2010

Seperti yang dilansir tvone.co.id, para ilmuwan tersebut, katanya, adalah aset bangsa yang harus bisa dimanfaatkan untuk kepentingan negara.

Keberadaan mereka di lembaga penelitian asing, katanya, bisa dimanfaatkan untuk membuka akses bagi ilmuwan di Indonesia untuk belajar atau melakukan riset di institusi tersebut.

Bahkan, mereka juga bisa membagi informasi dengan rekan-rekan mereka di Tanah Air mengenai kemajuan penelitian di suatu negara, kata Arif yang juga menjabat sebagai Direktur Riset dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Mereka bukan pengkhianat bangsa. Tetapi pemerintah hendaknya bisa memanfaatkan mereka untuk membuka akses bagi ilmuwan lain di Indonesia untuk sekolah ataupun mengadakan riset di luar negeri," katanya.

Ia mengakui bahwa para ilmuwan tersebut memilih berkarya di luar negeri karena pertimbangan karir yang lebih bagus dan lebih dihargai. "Secara finansial lebih terjamin bagi mereka bekerja di luar negeri," tambahnya.

Untuk menjalin kolaborasi antara ilmuwan di Indonesia dan di luar negeri, pada Juli 2009 dibentuk Lembaga Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) untuk merangkul ilmuwan bangsa yang berada di seluruh penjuru dunia.

Basisnya ada di Jakarta, namun kebanyakan pengurusnya ada di luar negeri, bahkan ketua lembaga ada di Singapura, katanya.

Terkait banyaknya ilmuwan yang bekerja di luar negeri, lembaga baru ini hanya bisa melakukan mediasi antar ilmuwan sehingga mereka bisa saling membagi informasi, katanya.

"Kami tengah membuat `database` mengenai ilmuwan-ilmuwan yang ada di berbagai negara, sehingga pada saatnya nanti jika dibutuhkan kita bisa memanfaatkan jasa mereka," katanya.
• VIVAnews

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More