Tampilkan postingan dengan label Tech. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tech. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2012

5 Disiplin Manajemen dari Steve "Apple" Jobs



Steve Jobs dinobatkan sebagai CEO terbaik dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini oleh businessinsider.com. Selain sebagai seorang seniman yang kerap membuat berbagai terobosan, Steve Jobs juga ahli dalam mengelola Apple. Berikut 5 pelajaran manajemen penting dari Steve Jobs:



1. Berikan Pekerja Kebebasan untuk Memiliki dan Meningkatkan Produk

Di Apple, jika ada seorang pekerja menggunakan produk dan menemukan isu yang mengganggunya, mereka memiliki kebebasan untuk memperbaikinya tanpa berurusan dengan lapisan birokrasi untuk mendapatkan persetujuan. Semua proyek dikendalikan oleh capaian jangka panjang, tetapi barang yang terbaik datang dari personal insinyur. Pengelola Apple juga selalu memberikan tantangan kepada pekerjanya untuk selalu berkembang dengan memberikan tugas yang lebih sulit dan memberikannya kemampuan yang diperlukan.

2. Pekerjakan Orang yang Berhasrat Tergila-Gila Kepada Produkmu

Menurut Agarwal, orang-orang yang bekerja di Apple sangat ingin bekerja di Apple. Contohnya dengan Agarwal. Dirinya merupakan fans Apple dan dia bekerja dua kali lebih keras karena dirinya percaya bahwa Apple merupakan kehidupannya. Antusias ini merupakan elemen kunci untuk melihat perekrutan pengelola proses untuk orang yang memang benar-benar bergairah terhadap perusahaan, produknya, dan gaya serta misi keseluruhan. Lebih lanjut, Agarwal juga menyebutkan bahwa semua pengawai yang direkrut perusahaan menyatakan bahwa mereka mencintai produk Apple, dan atas alasan ini mereka ingin bekerja.

3. Penting untuk Menekankan Keseimbangan Hidup dan Kerja

Apple menekankan keseimbangan antara hidup dan bekerja. Selama kepemimpinan Steve Jobs, perusahaan ini mengharuskan pekerjanya bekerja keras, tapi juga mempersilahkan menikmati waktu yang dimiliki pekerjanya. Dari kesehatan yang luar biasa hingga hari libur yang sangat banyak di sekitar Natal dan Thanksgiving, pekerja sangat mencintai tipe lingkungan yang disediakan perusahaan untuk para pekerjanya. Tak heran bila pekerjanya cinta bekerja di Apple dan bekerja keras di sini, tetapi ketika semuanya usai, pekerja harus menikmati hidupnya.

4. Memelihara Budaya Memulai

Apple selalu menang karena perusahaan ini merupakan “pemulai” besar. Mulai dari kurangnya birokrasi dalam proyek, budaya fokus insinyur, hingga penekanan pada gairah dan loyalitas pekerja, perusahaan Apple yang besar ini memelihara budaya korporasi dari hari pertamanya dibuat. Budaya ini merupakan bagian besar yang membuat Apple sukses dan tempat yang baik untuk bekerja.

5. Jangan Bermain “Permainan Fitur” dengan Kompetitor

Apple tidak pernah percaya untuk bermain “permainan fitur” dengan produk. Mereka selalu fokus dengan capaian untuk produknya sendiri, meskipun mereka membandingkan dirinya dengan kompetitor yang berusaha untuk melakukan hal serupa pada tingkatan serupa. Misi ini benar-benar mengakar kuat dalam kebudayaannya. Pekerja tidak fokus pada apa yang kompetitor lakukan, tetapi pekerja terdorong untuk menginovasi produk yang menantang status quo.

Jumat, 25 November 2011

Kerennya Car Tower VolksWagen di Jerman



Volkswagen's Autotürme atau Car Tower (Menara Mobil) ini di bangun berbentuk silender transparan dengan ketinggian mencapai 48 meter. dan bangunan tersebut menghubungkan antara dua pabrik Volkwagen dengan Kunden Center ( Tempat Pelanggan VW Mengambil Mobil Mereka).

Car Tower atau Menara Mobil ini seperti penjual mobil raksasa, Bagaimana tidak, jika ada sebuah Mobil yang baru tiba di pabrik langsung di angkut oleh sebuah robot lalu robot tersebut menyimpan mobil di salah satu slot yang kosong dalam menara tersebut. Dan ketika ada pelanggan yang membeli mobil, robot yang sama mengambil dan membawanya kepermukaan tanah dan kemuadian mengirimnya ke Kunder Center di gedung berikutnya. Dalam 20 tingkat menara tersebut bisa manampung hingga 400 mobil dan robot tersebut juga dapat memproses mobil selama 45 detik saat puncak.

Sebelumnya Wisatawan tidak di perbolehkan masuk ke Volkswagen's Autotürme dengan alasan keamanan. tapi karena banyak orang yang tertarik maka sekarang menara tersebut bisa di akses oleh siapa saja yang punya waktu luang 15 menit dan segenggam euro. 








5 Lobi Hotel Paling Menawan di Dunia



Lobi adalah babak pertama dalam kisah dan pengalaman Anda dalam berhubungan dengan sebuah bangunan bernama hotel. Bisa dikatakan segala sesuatunya terjadi di sana. Anda tiba, Anda bersua, dan Anda meninggalkannya pun semua melalui sebuah ruangan bernama lobi. Oleh karena itu tak mengherankan kalau banyak pengusaha hotel yang mendesain salah satu jiwa dari hotelnya ini dengan sangat mempesona, fantastis dan luar biasa indah, namun tetap terlihat bijaksana sehingga dapat meninggalkan kesan menawan yang diinginkan. Dari Paris hingga kota kecil Puebla di Meksiko sana, berikut ini adalah beberapa lobi hotel paling menawan di dunia yang membuat Anda tak akan pernah melupakan pengalaman check in dan check out Anda.

1. Mama Shelter, Paris


Dua nama yang sudah tak asing lagi di dunia perhotelan kelas berat asal Prancis, mantan direktur eksekutif Club Med Serge Trigano dan ultra-desainer Philippe Starck, berpasangan untuk menyulap sebuah lahan parkir di jalan Arondisemen nomor 20 yang jauh dari kata menarik menjadi sebuah hotel trendy 172 kamar. Sentuhan sihir Philippe Starck hadir di setiap sudut ruangan lobi, dari lantai, dinding, hingga langit-langit hotel yang dia ramaikan dengan kursi berbentuk tunggul pohon dari emas dan perak, tirai yang berdekorasi empat-daun cengkeh, hingga mata yang mengambang di langit-langit yang dilapisi dengan papan tulis yang penuh dengan kalimat dan diagram.

2. Gramercy Park Hotel, New York City



Ketika Ian Schrager mendaulat Julian Schnabel sebagai komando proyek revitalisasi ruang publik di Hotel Gramercy Park, apa yang ia dapatkan adalah sebuah kejutan yang benar-benar mengejutkan. Jauh dari gaya sebelumnya yang rapi, mulus, dan nyaris sempurna seperti kediaman bangsawan kaya, Schnabel menghadirkan sentuhan yang lebih personal, lebih bercorak dan bertekstur yang melibatkan serangkaian koleksi seni paling trendy dari abad-20 seperti karya Twombly, Basquiat, Hirst, dan tentu saja karyanya sendiri yang menghiasi dinding lobi, dan ia padukan dengan lantai ubin bergaya Maroko, perapian berhiaskan ukir tangann, dan sebuah lampu gantung kaca yang dipesan langsung dari Venesia.

3. The Waterhouse, Shanghai



Dengan penampakannya yang sangat mentah dan super industrialis, hotel 19 kamar yang terletak di area distrik galangan Shiliupu ini sepertinya ingin meniru suasana kota Shanghai di masa lalu. Untuk lobi yang memiliki langit-langit setinggi tiga lantai ini, arsitek Lyndon Neri dan Rossana Hu mempertahankan keutuhan bangunan asli yang berupa gudang berdinding beton buatan tahun 1930-an, namun tetap menyususpkan sedikit aksesoris tambahan seperti kolom dan balok baja untuk mempertahankan kekuatannya. Sedangkan untuk sentuhan elegan dan tidak ketinggalan zaman, mereka menghadirkan sebuah lampu kristal besar yang dirancang oleh Studio Ayub untuk Moooi di tengah tengah ruangan.

4. Mondrian, Miami
 


Sebagai hotel pertamanya yang berlokasi di Amerika, desainer visioner asal Belanda Marcel Wanders ingin memberikan sesuatu yang mengejutkan dan fantastis dalam segala hal. Maka dia pun menjadikan kastil fantasi milik Sleeping Beauty sebagai inspirasi, dan menjadikannya sebagai sebuah hotel dengan 335 kamar. Area lobi yang luar biasa lapang dia dekorasi dengan kehadiran tangga besar berornamen baja hitam, lampu kuningan berbentuk lonceng, dan kolom dalam warna putih bersih yang diilhami gaya Baroque.

5. La Purificadora, Puebla



Sejarah kota Puebla sebagai lokasi pengemasan air botol abad ke-19 terekam sempurna dari 26 kamar di hotel La Purificadora. Namun untuk bisa benar-benar merasakannya, tak ada tempat lain yang lebih sempurna selain di lobi hotel yang menakjubkan dengan desain udara terbukanya. Arsitek terkenal asal Meksiko , Ricardo Legorreta, mempertahankan keaslian dari sebagian facade, termasuk dinding batu batu dan gerbang yang melengkung, dan membangun sebuah tangga batu vulkanik dengan aliran air yang dramatis. Legorreta juga merayakan area lobi dengan warisan Katolik lama, yaitu sofa dalam warna ungu-uskup yang merona.       

Satu-Satunya Roller Coaster Yang Bisa Anda Lalui dengan Jalan kaki


Jika Anda takut meluncur pada ketinggian dalam putaran roller coaster, Anda dapat mencobaroller coaster untuk pejalan kaki baru di Duisburg yang memungkinkan Anda meluncur disana dengan kecepatan yang anda mau sendiri, dan dengan kaki anda sendiri. 
Dirancang oleh 2 desainer berbasis Hamburg Heike Mutter dan Ulrich Genth, roller coaster untuk pedestrian ini diberi nama Tiger & Turtle - Magic Mountain mempunyai ketinggian 45 meter dan terdiri dari 249 pijakan. Pengunjung dapat mendaki pada konstruksi roller coaster melengkung dan berjalan-jalan, dan menikmati pemandangan sekitarnya dari trotoar spiral dalam kecepatan langkah mereka sendiri.


bangunan ini terletak di atas ujung limbah pertambangan di Heinrich Hildebrand Height di dalam Angerpark, menghadap Rhine di Duisburg, Jerman.
Sekitar 120 ton baja galvanis digunakan untuk membuat struktur yang didukung oleh 17 penyangga. Di malam hari lampu LED menerangi pegangan tangan.menjadikan Roller Coaster untuk pejalan kaki ini sangat indah dan eksotis ...


Sabtu, 12 November 2011

10 Landasan Pacu Terpanjang di Dunia


Landasan pacu adalah salah satu unsur paling penting dalam dunia penerbangan pesawat. Karena selain sebagai pijakan roda pesawat sebelum lepas landas, landasan pacu juga berfungsi sebagai area keamanan lintasan pesawat. jadi boleh dibilang jika semakin panjang landasan pacu, maka semakin kecil presentasi terjadinya kecelakaan pesawat.

Dan tentu saja masih berhubungan dengan landasan pacu, Di post kali ini, saya akan memberikan daftar 10 landasan pacu terpanjang di dunia, daftar penguruntan landsan pacu terpanjang ini didasarkan pada panjang landsasan pacu dimulai dari titik landasan, dan bukan dari titik bandara, jadi yang dihitung panjangnya hanya landasan panjang areal landasan pacunya saja (area pengangkutan dan area tunggu tingga termasuk).

Berikut adalah daftar 10 Landasan pacu terpanjang di Dunia:

10. Landasan pacu N'Djili Airport, Kongo (4500 meter)

http://www.congoplanet.com/pictures/news/aeroport_ndjili_kinshasa_congo.jpg

9. Landasan pacu Harare International Airport, Zimbabwe (4725 meter)

http://goshycab.com/wp-content/uploads/2010/07/9-Harare-International-Airport.jpg

8. Landasan pacu Madrid-Torrejón Airport, Spanyol (4818 meter)

http://www.airports-worldwide.com/img/spain/madrid-torrejon_spain_05.jpg

7. New Doha International Airport, Qatar (4850 meter)

http://www.takenaka.co.jp/takenaka_e/news_e/pr0605/gif_m0605_02/doha.gif

6. Denver International Airport, Amerika serikat (4877 meter)

http://static.howstuffworks.com/gif/airport-denver-photo20b.jpg

5. Upington Airport, Afrika selatan (4900 meter)

http://blogs.timeslive.co.za/pendock/files/2009/09/u.jpg

4. Embraer Unidade Gavião Peixoto Airport, Brazil (4967 meter)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVYjTQXnmVOuCU9F8Wv-g2kUf6FutWtgP6WhQvSac-exIrEsVr4P-Nm420gXtx4_uzxxWlCwe_-Gc2paAX62WoK1N34mPB-YZ7V5B-mwuZE0770kgiHWkZwkfNBXz3FxHiLo6UUykYhlI/s400/Pista+de+Gavi%C3%A3o+Peixoto.jpg

3. Ulyanovsk Vostochny Airport, Rusia (5000 meter)

http://farm3.static.flickr.com/2576/3913947930_65028ab572.jpg

2. Ramenskoye Airport, Rusia (5403 meter)

http://www.dimensionsguide.com/wp-content/uploads/2009/12/Longest-Runway.jpg

1. Qamdo Bangda Airport, China (5500 meter)

http://www.gotravel24.com/files/media/Airports/kensaiosakaairport_prefdotosakadotjp_450.jpg

Misteri "Unidentified Submerged Object", Benda Bawah Air Tak Dikenal



Lebih dari 100 tahun belakangan, para awak kapal yang sedang menjelajahi lautan dibingungkan dengan penampakan-penampakan objek tak dikenal yang muncul dari dalam laut dan terbang dengan kecepatan tinggi. Objek-objek seperti ini kemudian diberi julukan Unidentified Submerged Objek (USO) atau Objek bawah air tak dikenal.

Banyak yang percaya kalau objek misterius ini sesungguhnya sama dengan UFO yang sering terlihat di udara. Karena itu, kadang objek ini juga sering disebut dengan istilah UFO air.


Penampakan USO disebut-sebut telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Pada tahun 329 SM, pasukan Alexander agung disebut menjumpai dua objek berbentuk piringan yang muncul dari sungai Jaxartes di india. Menurut legenda, Alexander begitu terpesona dengan penampakan itu sehingga ia menghabiskan 6 tahun berikutnya untuk menjelajahi sungai itu dengan peralatan penyelam pertama di dunia.

Christopher Colombus juga disebut pernah menjumpai objek bawah air tak dikenal. Pada tanggal 11 Oktober 1492, kapal Santa Maria yang ditumpangi oleh Colombus sedang melewati wilayah segitiga Bermuda. Kemudian, mereka melihat cahaya-cahaya aneh berkelap-kelip di dalam air disusul dengan munculnya sebuah objek berbentuk piringan yang segera terbang dengan cepat ke angkasa.

Tidak ada yang bisa memastikan apa yang dilihat oleh Alexander agung atau Colombus. Ratusan tahun kemudian, kita kembali menemukan banyak laporan penampakan serupa. Contohnya seperti kesaksian-kesaksian di bawah ini:

Pada tanggal 18 Juni 1845, Malta Times melaporkan:
"Saat itu kapal brigantine Victoria berada sekitar 900 mil di sebelah timur Adalia ketika para awak kapal melihat tiga objek bercahaya muncul dari dalam air. Objek-objek itu terlihat selama 10 menit dan terbang setengah mil dari kapal."
Menurut para awak yang menyaksikannya, objek-objek itu terlihat berukuran seperti bulan purnama. Penampakan ini juga dilaporkan oleh saksi lain yang berasal dari Adalia, Siria dan Malta.

Pada tanggal 12 November 1887, di dekat tanjung Race, sebuah bola api besar muncul dari laut, naik 20 meter, lalu mendekati sebuah kapal yang ada di dekatnya, yaitu kapal uap Inggris bernama Siberian. Objek itu bergerak menentang arah angin, kemudian mundur dan terbang menjauh. Peristiwa ini dilaporkan dan didiskusikan oleh majalah Nature, L'Astronomie, dan Meteorological Journal.

Pada malam tanggal 10 Februari 1951 seorang pilot angkatan udara Amerika bersama rekannya sedang menerbangkan pesawatnya dari Islandia menuju Newfoundland. Ketika pesawatnya berada pada jarak sekitar 300 mil dari Newfoundland, mereka melihat sebuah objek bercahaya muncul dari dalam laut.
"Ketika kami semakin dekat dengan objek yang berkilauan ini, ia berubah menjadi lingkaran-lingkaran cahaya putih yang besar di atas air. Lalu, kami melihat sebuah lingkaran cahaya berwarna kuning yang kecil, lebih kecil dibanding objek yang melepaskan lingkaran cahaya itu, pada jarak 15 mil. Ketika objek itu terbang mendekati pesawat kami, kami bisa melihat sebuah pesawat berkubah yang melepaskan korona."
7 tahun kemudian, objek bawah air tak dikenal kembali menjadi subjek pemberitaan.

Pada bulan Mei 1958, sebuah kapal selam misterius terlihat oleh para awak kapal perang Argentina. Kapal selam itu, walaupun kadang terlihat oleh mata, tidak bisa terlacak oleh sonar, hydrophones atau radar. 14 kapal perang Argentina kemudian memburu kapal selam itu sambil sesekali menembakkan torpedo kearahnya. Namun tidak terlihat adanya tanda kerusakan dan kapal selam itu terus melaju hingga menghilang dari pantauan.

Pada Oktober 1959 dan Januari 1960, kapal selam serupa kembali terpantau oleh militer Argentina. Perburuan kembali terjadi, namun kapal selam itu kembali menghilang.

Kapten Ray.M Pitts, salah seorang spesialis peperangan kapal selam yang ikut dalam perburuan ketiga mengkonfirmasi kalau objek itu memang kapal selam. Namun ia juga mengatakan kalau ia dilarang untuk berbicara lebih jauh mengenai peristiwa itu.

Tahun 1963, perburuan USO yang lain kembali terjadi. Kali ini sonar kapal selam Amerika yang sedang berada di Puerto Rico menangkap sebuah objek yang bergerak dengan kecepatan 150 knots dan berada pada jarak 20.000 kaki di bawah kapal selam.

Kapal selam itu membuntuti objek itu selama 4 hari lamanya. Pada hari ke-4, objek itu tiba-tiba bergerak dengan kecepatan yang tinggi sehingga lolos dari pantauan sonar.

Pada Agustus 1965, para awak kapal Raduga dari Rusia, sementara sedang berlayar di laut merah, melihat sebuah objek elips berapi muncul dari dalam air dan melayang di permukaan selama beberapa lama. Jarak objek itu hanya 2 mil dari kapal. Para awak memperkirakan kalau objek itu memiliki diameter 60 meter dan melayang pada ketinggian sekitar 150 meter dari atas permukaan laut.

Pada tanggal 30 Juni 1967, para awak kapal Naviero dari Argentina melihat sebuah objek silinder di dalam air. Objek itu mengeluarkan cahaya berwarna biru putih dan panjangnya diperkirakan sekitar 33 meter. Yang aneh adalah, objek itu tidak mengeluarkan suara sama sekali walaupun ia bergerak di air dengan kecepatan yang cukup tinggi. Bahkan hampir tidak ada ombak yang tercipta karena pergerakan benda itu. Ketika objek itu nyaris menabrak kapal Naviero, ia segera berubah arah dan menyelam kembali ke dalam air.

Pada tahun 1967, para saksi yang terdiri dari belasan orang melihat sebuah objek tak dikenal jatuh ke air di Shag Harbour, Nova Scotia, Kanada. Objek tersebut, yang terlihat seperti sebuah pesawat aneh, diperkirakan memiliki panjang sekitar 18 meter. Para saksi mata juga menyebutkan kalau pesawat itu melayang sebentar, mengeluarkan cahaya berwarna oranye, lalu masuk ke dalam air.

Insiden ini sempat diberitakan oleh media-media seluruh dunia hingga menyebabkan pihak militer dan polisi Kanada melakukan pencarian besar-besaran. Namun, pesawat misterius tersebut tidak ditemukan sama sekali.


Insiden Shag Harbour adalah salah satu insiden UFO yang paling terkenal di dunia.

Salah satu peristiwa perjumpaan USO yang paling aneh, mungkin yang berhubungan dengan kapal Volga.

Pada tanggal 7 Oktober 1977, Volga, sebuah kapal Rusia yang digunakan untuk memperbaiki kapal selam, sedang berada di laut karena panggilan untuk memperbaiki sebuah kapal selam. Tiba-tiba 9 objek bulat terlihat muncul dari air dan segera mengelilinginya. Peristiwa ini berlangsung selama 18 menit. Saat itu juga, seluruh sistem komunikasi di atas Volga mengalami gangguan. Kapten Tarantin yang memimpin segera memerintahkan para awak untuk mengamati objek-objek tersebut:
"Aku ingin kalian mengamati objek tersebut dengan hati-hati dan mengingatnya baik-baik! Aku juga ingin kalian menggambarnya supaya ketika kita kembali ke Sovyet, tidak ada yang bisa bilang kalau kapten kalian ini gila dan mabuk!"
Pada tanggal 26 Juli 1980, para pelaut dari kapal Brazil, Caioba-Seahorse, melihat objek bulat berwarna abu-abu dengan diameter sekitar 10 meter sedang meluncur di air. Pada saat yang sama, cahaya terang muncul di horizon dan mendekati objek tersebut. Lalu, semua peralatan di atas kapal mati secara mendadak. Cahaya itu kemudian bergabung dengan USO yang ada di dalam air. Setelah itu, USO itu naik, melayang selama beberapa saat dan terbang dengan kecepatan tinggi ke angkasa.

Salah satu penampakan USO yang paling spektakuler mungkin adalah yang terjadi pada tanggal 14 Juni 1992. Para saksi mata di California, mengaku melihat ratusan pesawat aneh muncul dari laut tanpa mengeluarkan suara. Penampakan ini kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun, karena sifat penampakan yang terlalu luar biasa, pihak kepolisian tidak menindaklanjuti laporan ini. Kisah penampakan California ini pernah diangkat oleh History Channel dalam sebuah film dokumenternya.

Hingga hari ini, tidak ada yang bisa memberikan penjelasan mengenai identitas objek-objek tersebut.


Bagi mereka yang percaya dengan keberadaan makhluk luar angkasa yang cerdas, USO adalah bukti kalau makhluk luar angkasa sesungguhnya memantau bumi secara terus menerus dari markas yang dibuat di dalam laut. Jika memang ada makhluk luar angkasa yang berniat membuat markas di bumi, maka pilihan mereka untuk membuatnya di dalam laut menjadi sebuah pilihan yang tepat karena memang sebagian besar samudera kita sesungguhnya belum terjelajahi.

Ivan T Sanderson, dalam bukunya yang berjudul Invisible Resident (1970) menyatakan kalau USO adalah bukti adanya intelijensi lain di bawah air yang sedang mengembangkan peradabannya.
"Jika memang ada sejenis peradaban teknologis yang unggul berkembang dalam planet di bawah air, maka peradaban ini tampaknya lebih maju dibandingkan dengan peradaban kita, sekitar beberapa juta bahkan mungkin miliaran tahun di depan kita."
Tentu saja, argumen ini tidak bisa dibuktikan. Namun, Sanderson tidak sendirian karena pemahaman ini juga dipercaya oleh banyak pihak.

Bagi mereka yang lebih skeptis, penjelasan mengenai penampakan ini bisa bervariasi, mulai dari salah lihat hingga rekayasa. Memang tidak bisa disangkal kalau ada kemungkinan para awak kapal telah melihat sebuah fenomena alam dan menyangkanya sebagai USO. Kejadian seperti ini banyak terjadi dalam kasus penampakan UFO. Namun pertanyaannya, fenomena alam apa yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan deskripsi laporan para saksi?

Inilah yang masih belum dipastikan.

Beberapa orang lain percaya kalau USO yang sering terlihat sebenarnya adalah torpedo yang sedang melaju. Namun, torpedo tidak terbang ke udara. Ini tidak sesuai dengan deskripsi saksi.

Jadi, sebagian lain mengajukan teori kalau sesungguhnya USO adalah pesawat militer yang canggih.

Teori ini juga sering digunakan untuk menjelaskan laporan penampakan UFO. Jika kita kaitkan USO dengan pesawat militer, maka itu artinya cuma satu: pesawat itu haruslah sebuah pesawat yang mampu menyelam ke dalam air dan kemudian terbang dengan cepat.

Menariknya, pesawat jenis ini ternyata pernah ada, paling tidak dalam rupa prototipe.

Pada tahun 1934, Boris Petrovich Ushakov, seorang mahasiswa teknik dari akademi militer Sovyet, mengajukan sebuah rancangan pesawat yang bisa menyelam di dalam air. Pesawat ini ditujukan untuk menyergap kapal musuh yang lewat dengan cara menyelam di kedalaman tertentu, menunggu kapal musuh, dan menembakkan torpedo ketika kapal musuh itu lewat di atasnya. Konsep Ushakov tidak pernah dibuat karena dianggap tidak efektif.

30 tahun kemudian, ide Ushakov direalisasikan oleh Donald Reid, seorang insinyur di North American Aviation. Ia membuat pesawat itu pada tahun 1963 dan diberi nama Reid Flying Submarine (RFS-1). Hebatnya, Reid membuat rancangannya dengan menggunakan suku cadang bekas pesawat dan mengerjakannya hanya di waktu luang.

Dalam uji coba perdana, pesawat itu mampu terbang hingga ketinggian 10 meter, mendarat di air dan menyelam hingga kedalaman beberapa meter. Walaupun terlihat menjanjikan, pihak militer sepertinya tidak tertarik untuk membuat pesawat itu hingga RFS-1 berakhir hanya sebagai sebuah prototipe.

RFS-1
Namun, jangan salah. Militer Amerika tidak tertarik dengan RFS-1 bukan karena tidak menyadari manfaatnya, melainkan karena mereka sendiri sedang membuat pesawat sejenis yang disebut Convair yang kemudian sering disebut subplane. Menurut Eugene Handler, seorang insinyur dari pihak angkatan laut, pesawat ini sangat ideal untuk menyerang kapal Sovyet di laut Baltik dan Kaspia. Tetapi, Convair ternyata bernasib sama dengan RFS-1. Malah, convair tidak sempat dibuat prototipenya karena proyek ini dibatalkan kongres pada tahun 1966.

Hasrat mengenai pesawat sejenis USO tidak pernah pupus dari pikiran militer Amerika. Pada tahun 2008, DARPA, badan riset milik Pentagon, mengumumkan kalau mereka telah memulai proyek pembuatan subplane. Pada tahun 2010 ini, pesawat ini telah masuk kedalam tahap pengajuan proposal karena berbagai rancangan telah diterima oleh mereka.

Dalam beberapa tahun, sepertinya kita akan melihat banyak USO mondar-mandir di lautan lepas.

Mungkinkah USO yang terlihat oleh para pelaut itu adalah pesawat canggih milik militer?

Jika kita mempercayainya, maka pertanyaannya selanjutnya adalah apakah pada masa perang dunia I dan II, pihak militer (negara manapun) telah berhasil membuat pesawat secanggih itu?

Jika pertanyaan ini dapat terjawab, maka saya rasa jawaban ini dapat menjelaskan banyak pertanyaan mengenai penampakan UFO di seluruh dunia.

sumber

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More